Partai sabtu besok (26/04/2008) antara Chelsea “the blues” vs MU “the red devil” diyakini akan menjadi partai pamungkas, penentu siapa yang akan menjadi jawaran liga Inggris musim ini. Dengan selisih hanya 3 poin dan sisa pertandingan masih tersisa 3 pertandingan setelahnya maka pertandingan ini layaknya final bagi kedua kesebelasan.
Kedua kesebelasan juga menghadapi tekanan teknis dan fisik yang luar biasa beratnya karena pada hari selasa dan rabu, mereka juga akan menghadapi pertandingan leg II Liga Champions dimana dengan hasil leg I berakhir imbang, Liverpool vs Chelsea (1-1) dan Barcelona vs MU (1-1) tentunya posisi masing-masing kesebelasan belum ada yang aman untuk maju ke babak selanjutnya.
Sehingga beberapa hal yang akan menentukan pertandingan sabtu besok adalah kesiapan mental dan fisik, stok pemain yang ada serta kemampuan manajer untuk memotivasi anak asuhnya. Kedua kesebelasan saat ini dinilai memiliki stok pemain yang cukup, sedangkan dari kemampuan manajer, Sir Alex jelas memiliki kelebihan dibandingkan seorang Avram Grant. Akan tetapi dari segi fisik, saya menilai Chelsea memiliki keunggulan dibandingkan MU karena mereka bertanding di Liga Champions lebih dahulu dibandingkan MU selain itu mereka dapat memainkan Nicolas Anelka yang tidak dapat tampil di Liga Champions akibat pernah memperkuat Bolton di Piala UEFA musim ini. Feeling saya mengatakan bahwa Anelka akan menjadi faktor penentu bagi Chelsea.
Selain itu dari segi tradisi, pada saat Chelsea dibawa asuhan Mourinho, MU selalu kesulitan bertemu Chelsea di Stamford Bridge. Bagaimana situasinya pada saat ini ? Menarik untuk disimak.
Secara obyektif saya menilai pertandingan besok akan berakhir imbang meskipun Chelsea sedikit lebih unggul dibandingkan MU.